KAMPUNG KEREN: LEWU BARASIH ANAK HAPAKAT: MODEL KAMPUNG HIJAU BERBASIS KEARIFAN LOKAL OLEH TIM FT UPR TAHUN 2026
Program Lewu Barasih Anak Hapakat: Model Kampung Hijau Ramah Anak Berbasis Local Wisdom merupakan rancangan pengembangan Kampung KEREN di Kawasan Zona VI Jalan Cilik Riwut Km 2,5, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya. Tim FT UPR melaksanakan program ini dilatarbelakangi oleh kondisi kawasan permukiman yang memiliki potensi sosial, ekologis, ekonomi, dan kearifan lokal, tetapi masih menghadapi berbagai persoalan, seperti belum optimalnya pengelolaan sampah rumah tangga, keberadaan titik sampah liar, dan sanitasi yang perlu ditingkatkan, keterbatasan ruang terbuka publik, belum tersedianya ruang bermain anak yang aman, belum maksimalnya penguatan UMKM lokal, serta melemahnya budaya gotong royong masyarakat. Tema Lewu Barasih Anak Hapakat dipilih oleh Tim FT UPR untuk menegaskan arah pengembangan kawasan sebagai kampung yang bersih, hijau, ramah anak, produktif, religius, nyaman, dan dikelola melalui prinsip musyawarah, kesepakatan bersama, serta gotong royong.
Tim FT UPR yang diketuai oleh Dr. Noor Hamidah, ST., MUP bersama tim dosen yang berpartisipasi aktif antara lain: Dr. Yesser Priono, S.T., M.Sc.; Tatau Wijaya Garib, S.T., M.T.; Dwi Anung Nindito, S.T., M.T.; Giris Ngini, S.T., M.T.; Anna Rusdanisari, S.Ars., M.URP.; Muhammad Rafi’i, S.T., M.Sc.; Irhas Albalaqoti, S.Ars.; Ria Putri Novianingrum; Muslim Wijaya; Fadya Nurazra; Nazwa; Haydar Nashir, Nazriel Aulia Ilham, Rama Fadillah Pratama, Siti Rahmatillah, Dona Christina, Bintang Ramadhon, Joni P, Yolanda, Alana Jane Anindita, Ribka Felicia, Adika Hemas, Sergio B. Tujuan program ini adalah mewujudkan Kawasan Zona VI sebagai model kampung hijau ramah anak berbasis kearifan lokal melalui penguatan kelembagaan warga, pengelolaan lingkungan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan karakter, serta peningkatan partisipasi masyarakat. Metode pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif-kolaboratif berbasis pentahelix, yang melibatkan akademisi, pemerintah, komunitas, swasta/CSR, dan media. Program disusun berdasarkan prinsip realistis, terukur, berbasis lokasi, dan berkelanjutan, serta diterjemahkan ke dalam lima pilar Kampung KEREN, yaitu Kolaboratif, Ekonomi Maju, Religius, Enerjik, dan Nyaman.
Kegiatan utama pada tahap awal dua bulan diarahkan pada capaian cepat atau quick wins, meliputi survei baseline, forum rembug warga, pembentukan Pokja Kampung KEREN, aktivasi kader lingkungan, pengurangan titik sampah liar, pembentukan bank sampah mini, edukasi pemilahan sampah dan PHBS, penghijauan, vertical garden, penyediaan pojok literasi anak, pelatihan UMKM, pembuatan mural edukatif, serta publikasi kegiatan melalui media sosial dan media lokal. Target awal program mencakup terbentuknya Pokja Kampung KEREN, keterlibatan unsur pentahelix, aktifnya bank sampah mini, terdatanya UMKM warga, terbentuknya relawan pemuda, tertatanya koridor hijau, serta tersedianya ruang publik ramah anak. Program ini dirancang melalui tahap kegiatan persiapan, pelaksanaan, penguatan kapasitas, penataan fisik ringan, publikasi, monitoring, dan cadangan risiko operasional. Keberlanjutan program diperkuat melalui pembentukan kelembagaan Pokja, mekanisme pembiayaan berbasis iuran/sedekah lingkungan dan bank sampah, regulasi lokal RT/RW, kalender kegiatan, pendampingan FT UPR, dashboard indikator, serta penyusunan modul kerja Kampung KEREN. Dengan demikian, program ini diharapkan menjadi model transformasi kawasan permukiman yang bersih, hijau, ramah anak, produktif, partisipatif, kolaboratif, dan berkelanjutan serta dapat direplikasi pada kawasan lain di Kota Palangka Raya.