Kontak Kami

-

Email

fakultas_teknik@eng.upr.ac.id

TEKNIK MEMBANGUN DAN BERDAMPAK 2026: FT UPR HADIRKAN SOLUSI KETEKNIKAN BERBASIS KEBUTUHAN MASYARAKAT

Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya Perkuat Kontribusi Perguruan Tinggi melalui Pendampingan Perencanaan Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat


PALANGKA RAYA, 2026 — Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya (FT UPR) kembali memperkuat kontribusinya dalam pembangunan daerah melalui program Teknik Membangun dan Berdampak (TMB) Tahun 2026. Program ini menjadi wadah bagi dosen dan mahasiswa untuk menerapkan ilmu keteknikan secara langsung dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang tepat guna dan berkelanjutan.


TMB merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui program tersebut, FT UPR melakukan identifikasi permasalahan di desa, kelurahan, dan kecamatan melalui survei lapangan, pengumpulan data, diskusi bersama masyarakat dan pemerintah setempat, hingga menerjemahkan kebutuhan tersebut menjadi solusi teknis.


Dekan Fakultas Teknik UPR, Frida ST, MT, menjelaskan bahwa program TMB dirancang dengan menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai dasar utama dalam penyusunan solusi keteknikan. “Program ini dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat. Dosen dan mahasiswa turun langsung melakukan identifikasi masalah, survei, pengumpulan data, hingga menemukan solusi teknis,” ujar Frida.

Dalam pelaksanaannya, TMB tidak hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga produk perencanaan teknis yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemerintah. Produk tersebut antara lain Detailed Engineering Design (DED), Rencana Anggaran Biaya (RAB), pemetaan wilayah, serta konsep pengembangan infrastruktur.


Mengangkat Potensi dan Kearifan Lokal


Salah satu bentuk kegiatan TMB dilaksanakan di Kecamatan Pahandut, dengan menghasilkan perencanaan gedung kantor yang mengadopsi konsep Rumah Betang Modern. Proses perencanaan dilakukan melalui survei lapangan, diskusi partisipatif, serta pemodelan menggunakan perangkat lunak SketchUp dan AutoCAD. Konsep Rumah Betang juga dikembangkan dalam perencanaan di Desa Tuwung, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau. Tim TMB menghasilkan perencanaan rumah panggung, maskot bundaran desa, serta peta wilayah. Penyusunan perencanaan mempertimbangkan kondisi lingkungan, potensi wisata, sosial budaya, serta identitas lokal masyarakat. Sementara itu, di Kecamatan Kahayan Tengah, tim TMB menyusun alternatif perencanaan gedung kantor dengan konsep arsitektur Rumah Betang. Konsep tersebut diarahkan untuk menggabungkan kebutuhan pelayanan publik dengan nilai-nilai kearifan lokal. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak semata-mata berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan karakter budaya dan lingkungan masyarakat setempat.


Mendorong Infrastruktur yang Aksesibel dan Berkelanjutan


Program TMB juga dilaksanakan di Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, dengan fokus pada peningkatan aksesibilitas dan kualitas infrastruktur jalan. Hasil survei lapangan menjadi dasar bagi penyusunan rekomendasi penanganan, termasuk perbaikan rutin dan berkala pada sejumlah ruas jalan. Pendekatan berbasis data ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur secara lebih efektif. Selain menghasilkan solusi teknis, TMB juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa FT UPR. Mahasiswa dilibatkan dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari survei lapangan, pengolahan data, komunikasi dengan masyarakat, penyusunan desain, perhitungan teknis, hingga mempresentasikan hasil perencanaan kepada para pemangku kepentingan. Menurut Frieda, keterlibatan langsung tersebut memberikan pengalaman penting bagi mahasiswa dalam memahami persoalan pembangunan di lapangan. “Model ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis mahasiswa, tetapi juga kemampuan komunikasi, kerja sama, pemecahan masalah, serta pemahaman terhadap kondisi sosial masyarakat,” jelasnya.


Kolaborasi Kampus, Pemerintah, dan Masyarakat


Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan TMB, tim FT UPR juga menyerahkan hasil perencanaan kepada pemerintah desa, salah satunya Desa Bahu Palawa, Kecamatan Kahayan Tengah. Penyerahan dokumen perencanaan menjadi bagian dari upaya memastikan hasil kegiatan pengabdian dapat ditindaklanjuti dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ketua Kelompok 4 TMB, Nazswa Hadiswindoro, menyampaikan bahwa proses kegiatan memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan pembangunan bersama masyarakat dan pemerintah. “Dengan TMB, kampus, pemerintah, masyarakat, dan dunia keteknikan dapat bekerja bersama menghadirkan solusi pembangunan yang sesuai kebutuhan,” katanya. Melalui pendekatan tersebut, FT UPR berupaya mengintegrasikan keahlian lokal, data lapangan, kebutuhan masyarakat, kemampuan teknis, keberlanjutan, serta kearifan lokal dalam setiap perencanaan pembangunan. Penggunaan konsep Rumah Betang, misalnya, tidak hanya dipandang sebagai elemen visual, tetapi diterapkan ke dalam tata ruang, fungsi bangunan, sirkulasi, kenyamanan, hingga penyesuaian terhadap karakter lingkungan.


FT UPR Berkomitmen Hadirkan Dampak Nyata


Pelaksanaan Teknik Membangun dan Berdampak (TMB) 2026 menegaskan komitmen Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya untuk terus menghadirkan kontribusi nyata melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Program ini menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan dunia keteknikan dalam menghasilkan perencanaan pembangunan yang berbasis data, sesuai kebutuhan, mengedepankan kearifan lokal, serta berorientasi pada keberlanjutan. “Fakultas Teknik UPR berkomitmen untuk terus membangun masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan menghasilkan karya nyata yang dapat dirasakan manfaatnya secara luas,” pungkas Frieda. Melalui TMB 2026, Fakultas Teknik UPR tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menegaskan peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah—mengubah pengetahuan dan keahlian keteknikan menjadi solusi yang hadir, digunakan, dan berdampak bagi masyarakat.

 

MAHASISWA

2051

Total Mahasiswa

4456

Alumni

TENAGA PENDIDIK

86

Dosen Magister (S2)

13

Dosen Doktor (S3)

GEDUNG

10

Ruang Kelas

19

Laboratorium