«

»

Apr 26

Kuliah Kerja Lapangan Ke Kuala Lumpur Dan Malaka Tahun 2015

kklars4

KKL mahasiswa angkatan 2013 Jurusan arsitektur Universitas Palangka Raya (UPR) dilaksanakan tahun 2015 dengan tujuan Kuala Lumpur dan Malaka. Tema yang diangkat pada KKL ini adalah Arsitektur Tropis.

Tujuan KKL kali ini ingin melihat kecenderungan berkembangnya arsitektur tropis di Asia Tenggara. Di Indonesia, perkembangan arsitektur tropis lebih banyak di pengaruhi oleh karya arsitektur eropa terutama oleh arsitek dari negeri Belanda. Hal ini menarik untuk dilihat bahwa, ternyata di Malaysia kecenderungan perkembangan arsitektur lebih banyak di pengaruhi oleh karya arsitek dari Inggris, terutama pada bangunan publik seperti mesjid, stasion kereta dan kantor. Karya Arsitektur Moorish yang berkembang di Venesia Italia dan Turki terlihat mendominasi, di bawa oleh arsitek dari negara Inggris (British). Karya Arsitektur Moorish itu sendiri sejatinya juga banyak berkembang di India. Sehingga pedagang-pedagang India ini juga membawa pesan yang sama dengan arsitek-arsitek Inggris pada masa itu. Akibatnya ketika Inggris menguasai Malaysia, maka arsitektur inilah yang terlihat dominan berkembang seperti Masjid Jamek di Muar dan Stasiun kereta KTM di Kuala Lumpur.

Kenyataan lain di Malaysia tidak seluruh wilayah berkembang Arsitektur Moorish, pada wilayah tertentu seperti di Melaka, dominasi Arsitektur Mooris tidak terlihat sama sekali, justru arsitektur peninggalan Belanda dan Spanyol terlihat atau eropa seperti pada Gereja Merah di Melaka. Selain itu pedagang-pedagang Cina terlihat dominan menguasai lahan dan wilayah Melaka, maka tidak heran bahwa daerah ini, karya arsitektur dari China terlihat menonjol, ornamen-ornamen dari Tiongkok bercampur dengan ornamen dari eropa yang di bawa oleh pedagang eropa dan China.

 Melaka dulunya adalah sebuah pelabuhan yang ramai dan merupakan jalur perdagangan antara Barat dan Timur. Melaka dewasa ini merupakan wilayah yang di tetapkan oleh UNESCO sebagai cagar budaya yang perlu untuk di pertahankan. Malaysia sendiri memiliki rumah tradisional yang tidak ubahnya seperti rumah tradisional yang ada di Indonesia. Namun perkembangannya kemudian menjadi tidak populer. Selain mengunjungi berbagai obyek arsitektur tradisonal dan peninggalan masa lalu di Malaysia KKL 2015 juga mengunjungi obyek arsitektur modern yang dikembangkan oleh arsitek dari Argentina yaitu Petronas Tower atau menara kembar, bangunan ini banyak dipengaruhi oleh karya arsitektur lokal bila melihat dari guratan garis padat dan rongga bangunan merujuk pada karya Arsitektur Moorish yang terkenal.

KKL 2015 mahasiswa Jurusan arsitektur Universitas Palangka Raya (UPR) juga melakukan kunjungan ke Universiti Malaya (UM) di Kuala Lumpur. Kunjungan Mahasiswa arsitektur Universitas Palangka Raya di sambut dengan baik oleh Universitas Malaya (UM) di Kuala Lumpur. Selain bertukar cendera mata juga dilakukan tukar pendapat dan serta di beri kesempatan untuk melihat karya-karya mahasiswa arsitektur yang sedang menempuh kuliah di Universitas Malaya. Selain itu juga mengikuti Kuliah Umum yang disampaikan oleh kedua delegasi baik dari Universitas Malaya dan UPR. Setelah itu di jamu makan siang bersama dan diakhiri dengan foto bersama di depan kampus Universitas Malaya.